Sabtu, 24 Juli 2021
Jumat, 16 Juli 2021
1. Jelaskan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan apabila ingin membuat media visual berbasis Web !
Jawab :
A. Penggunaan warna yang tepat
Warna sangat berpengaruh dalam sebuah desain. Seperti yang telah kita ketahui, masing-masing warna memiliki karakter tersendiri, dan mecerminkan suasana tertentu. Skema warna (kombinasi warna) dalam desain harus bisa mewakili karakter yang diinginkan. Tetapi perlu diingat, kombinasi warna yang berlebihan akan mengalihkan pengunjung dari konten website.
B. Teks yang mudah dibaca
Teks harus mudah dibaca, hal ini bisa dicapai dengan mengatur kontras warna teks dengan background. Selain itu penggunaan font yang tepat juga perlu diperhatikan, jenis font, ukuran font, style dan konsistensinya dalam desain. Selain itu pengaturan paragraf dan jarak antara teks dengan elemen lain juga perlu diperhatikan. Whitespace atau ruang kosong antar elemen harus harmonis. Semua hal tersebut bertujuan supaya Teks mudah dibaca.
C. Desain visual yang harmonis
Image atau gambar secara visual merupakan unsur atau elemen utama dalam desain. Image bisa digunakan sebai pemanis, atau penyeimbang atau point of interest. Sebaiknya pemilihan image sesuai dengan keseluruhan tema dan karakter desain website. Komposisi image dengan elemen lain juga harus sesuai, adakalanya sebuah website membutuhkan image yang besar (hampir fullscreen) untuk memberi kesan tertentu, dan 13 dikombinasi dengan teks yang lebih kecil porsinya, ada pula website dengan komposisi teks yang lebih banyak dan image hanya sebagai unsur tambahan. Komposisi antara image dengan teks tergantung dari tema dan karakter yang ingin dibangun. Yang penting harus bijaksana dalam memilih, menempatkan, dan mengkomposisi image, dan yang tidak kalah penting adalah kualitas image itu sendiri. Hal lain yang harus menjadi pertimbangan adalah besarnya file. Kecepatan load sebuah halaman website sebagian besar ditentukan oleh besarnya ukuran file, terutama image, apalagi bagi kita di Indonesia yang kecepatan akses internetnya sebagian besar dibawah rata-rata.
D. Layout yang Simpel
Layout atau tataletak desain diusahakan sesederhana mungkin, minimalisir elemenelemen yang tidak penting, maksimalkan whitespace (jarak antar elemen). Website dengan layout yang baik, mudah untuk dijelajahi, pengunjung mudah untuk menemukan sesuatu, dan dengan cepat menemukan apa yang dicarinya. Layout yang berantakan membuat pengunjung kesulitan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan sesuatu. Penempatan yang tidak sesuai, point of interest yang menyesatkan, dan urutan tata letak yang acak, sangat tidak menguntungkan.
E. Alur yang mudah dimengerti
Layout desain website harus bisa menuntun pengunjung dan mengarahkan mereka ke sesuatu yang kita inginkan, jadi kitalah yang menuntun alur perhatian pengunjung dari titik a, ke titik b, ke titik C, dan seterusnya, sehingga tujuan kita dan misi dari website bisa dicerna dengan baik oleh pengunjung. Hal ini tidaklah mudah, berbeda dengan media lain seperti televisi, dan koran, audience dalam kendali pemberi informasi, mereka menerima apa adanya dan pasif, dan tidak melakukan tindakan aktif untuk memilah. Sedangkan pada website, pengunjung memiliki kendali penuh, mereka aktif, dan oleh karena itu alur dari desain website harus jelas dan mudah dipahami agar pengunjung tidak frustasi menemukan apa yang mereka inginkan.
F. Menu Navigasi yang jelas
Salah satu elemen penting yang juga wajib diperhatikan adalah navigasi atau menu. Menu navigasi adalah satu-satunya cara pengunjung berinteraksi dengan website. Ada banyak cara dan banyak desain menu navigasi, tetapi yang tidak boleh dilupakan adalah fungsi utamanya, sebagai alat interaksi pengunjung dengan website. Website bisa saja mempunyai beberapa menu/navigasi, bisa diatas pada header, atau pada sidebar, maupun dibawah pada footer. Tidak ada rumus yang mengharuskan dimana kita menempatkan menu, yang penting harus menyatu dengan alur dan layout desain sebuah website.
Ada dua hal penting yang membuat website menjadi sukses dan mampu mendapatkan trafik dalam jumlah tinggi: konten berkualitas dan desain yang unik serta menarik. Desain website yang tidak rapi dan berantakan memengaruhi kesempatan konten dibaca oleh pengunjung situs. Pastinya mereka tidak akan melanjutkan membaca konten jika desain web yang dibuat „merusak‟ pandangan mata. Kalau sudah begini, jumlah pengunjung yang mengakses web akan berkurang. Oleh karena itu, harus berhati-hati dalam mengatur tata letak website. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang cara desain web guna membantu dalam menemukan style yang tepat. Untuk menarik trafik yang tinggi, maka buatlah desain website yang menarik serta profesional. Dengan desain web yang apik, orang-orang akan lebih betah dalam membaca konten yang disediakan. Tak jarang konversi pun akan naik. Cari informasi sebanyak mungkin tentang cara mendesain web.
2. Berikan contoh hasil aplikasi desain grafis berbasis Web !
Jawab :
Website By.u Provider : https://www.byu.id/
Website Marvel : https://www.marvel.com/
Jumat, 09 Juli 2021
- Jelaskan
elemen-elemen apa saja yang harus diperhatikan jika ingin mengaplikasikan
desain grafis pada perangkat mobile!
- Berikan
contoh aplikasi desain grafis pada perangkat mobile!
Jawaban :
1. Garis
(line) Garis
atau line adalah elemen
pengubung antara satu titik dengan titik poin yang lainnya, sehingga membentuk
suatu gambar garis lengkung (curve)
atau lurus (straight). Elemen dasar yang digunakan untuk membangun konstruksi atau
bentuk desain.
Bentuk (shape) Bentuk atau shape adalah unsur integral desain, yang
dapat didefinisikan sebagai area datar yang disatukan dengan garis (line),
value, maupun warna (color). Shape dapat dikategorikan menjadi tiga berdasarkan
sifat yaitu huruf, simbol dan bentuk nyata (form)
Type
(teks) Type desain adalah proses
mendesain tipografi, atau disebut juga dengan istilah desain font, karena
sebagian besar non-desainer merujuk ke font (teks) tetapi bukan tipografi.
Texture (tekstur) Tekstur adalah tampilan desain
pada permukaan yang memiliki suatu pola, bentuk, dan corak yang dapat dilihat
dan dicermati, yang menunjukkan permukaan gambar tersebut apakah terlihat
kasar, halus, atau lembut.
Balance (keseimbangan) Setiap elemen memiliki kekuatan
dan porsinya masing-masing, sehingga dibutuhkan keseimbangan / balance untuk
mendapat hasil visual yang merata.
Contrast (kontras) Contrast merujuk pada sebuah
perbedaan visual secara signifikan dari sebuah objek terhadap objek lain
disekitarnya. Sering digunakan oleh seorang desainer dalam menciptakan pusat
perhatian atau Point of View.
Color (warna) Colour atau warna adalah media dalam komunikasi
simbolik yang secara obyektif dapat didefinisikan sebagai sifat cahaya yang
dipancarkan, sedangkan secara subyektif adalah bagian dari pengalaman indra
pengelihatan. Secara fisik warna dapat dihasilkan oleh panjang gelombang. Warna
dalam dunia desain dapat dibagi kedalam 2 kategori pewarnaan, yaitu RGB dan
CMYK.
Continuity (kesinambungan) Continuity adalah penataan
visual yang dapat menuntun gerak mata mengikuti ke satu arah tertentu. Misalnya
dengan melihat satu garis lurus atau sebuah garis lengkung melewatinya.
Repetition (repetisi) Repetition atau repetisi
istilah dalam desain yang mengacu pada pengulangan yang diterapkan pada elemen
visual seperti warna, bentuk, tekstur, ukuran, dan jenis tulisan.
Unity (kesatuan) Unity atau kesatuan merupakan
seberapa baik ukuran pada setiap elemen desain untuk bekerja sama dalam
menciptakan keserasian atau keselarasan. Meliputi setiap elemen yang ada dalam
desain sehingga memiliki kesatuan fokus yang jelas.
- Adobe
Photoshop, Adobe
image ready, AirBrush, Coreldraw, Infinite Design, Afterlight, PicsArt, GIMP, Adobe Indesign, Adobe Photoshop Express, Adobe Photoshop MIX, Adobe Photoshop FIX, Designapp Design Graphic, Desktop publishing, Adobe Photoshop Lightroom CC, CanvaAdobe Page Maker, Adobe Illustrator Draw, Desygner, AutoCAD, Macromedia Freehand, Snapseed3DC.io – 3D Modeling, Paint Tool SAI, Adobe Illustrator, Inkscape.
Jumat, 02 Juli 2021
- Jelaskan
jenis-jenis desain grafis dan
berikan contohnya!
- Jelaskan apa yang dimaksud dengan ide dan bagaimana
proses untuk mendapatkan ide tersebut!
- Jelaskan manfaat dari desain grafis dan berikan
contohnya!
Jawaban
:
1. Jenis-Jenis Desain Dalam hal ini desain
memiliki dua jenis yaitu:
· Yang pertama ialah desain
struktur yang merupakan wujud dari suatu benda yang terdiri dari unsur-unsur
desain diantaranya susunan garis, bentuk, ukuran, warna tekstur dan nilai gelap
terangnya.
· Yang kedua yaitu desain
hiasan yang mempunyai tujuan untuk menghias desain struktur suatu benda atau
busana.
2. Ide dalam Membuat Desain
Salah
satu sumber ide adalah imajinasi. Imajinasi, menurut Jack Stoops dan Jerry
Samuelson, adalah kekuatan dari dalam diri kita yang memperbolehkan kita untuk
mengalami apa yang telah kita alami, apa yang akan kita alami, dan apa yang
tidak akan kita alami; imajinasi dapat menembus batasan ruang, waktu dan
realitas. Imajinasi dapat membawa kita ke alam fantasi melalui dunia mimpi,
yang sebenarnya adalah cermin dari keinginan dan pemikiran kita yang paling
dalam.
Strategy
yang membantu kita bermain-main dengan daya imajinasi kita untuk memancing
ide-ide baru melalui pembentukan bentuk baru, yaitu :
1.
Seleksi
adalah proses pensortiran dimana kita menfokuskan
pandangan kita ke satu bentuk tertentu untuk diobsevasi. Observasi meliputi
perhatian detail terhadap bentuk, warna, cahaya, bahan, bagian-bagian daripada
benda tersebut. Dengan observasi yang baik kita dapat menemukan bentuk-bentuk
baru yang terdapat pada benda tersebut.
2.
Alteration(perubahan)
adalah perubahan yang dilakukan pada sebuah benda
sehingga tercipta sebuah benda yang baru. Penggabungan dua elemen yang berbeda,
dapat menciptakan suatu bentuk baru. Apel dan resleting adalah dua elemen yang
berbeda, penggabungan keduanya dan alterasi dari bentuk apel menghasilkan suatu
bentuk baru yang mempunyai nilai dan arti baru.
3. Abstraksi
adalah
pensederhanaan bentuk sehingga tercipta bentuk yang baru.
4.
Spontanitas
adalah pencatatan semua ide yang terlintas ke dalam
bentuk visual, atau dapat juga disebut dengan brainstorming. Dengan demikian
tanpa kita sadari kita juga membuat alterasi ide yang satu menjadi ide baru dan
mengembangkannya terus sehingga menemukan ide yang terbaik.
3. Manfaat
Desain
Adapun manfaat desain dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
·
Mempercepat Proses Pekerjaan Suatu pekerjaan akan dapat diperisngkat dengan
menggunakan desain grafis, contohnya sebuah proposal yang harus memaparkan
setiap detail perusahaan tetapi dengan menggunakan desain grafis maka akan
lebih dipersingkat dengan membuatnya dalam bentuk gambar atau kurva.
·
Dapat Menyampaikan Pesan Dalam Bentuk Grafis Untuk membuat pesan dalam bentuk
sebuah karya seni desain grafis tidaklah mudah, hal ini dapat dilakukan dengan
mengikuti kurusus desain grafis yang terpercaya agar pesan yang dibuat dapat
disampaikan kepada masyarakat.
·
Menjadi Tempat Pengungkapan Perasaan Setiap orang pasti memiliki perasaan yang
terkadang sulit di ungkapan, setelah belajar desain grafis di dumet school
dengan sebuah aplikasi photoshop ataua adobe lainnya dapat mengungkapkan
perasaan dalam bentuk grafis.
·
Memberikan Hasil Gambar Yang Lebih Menarik Dan Indah Gambar yang dihasilkan
baik melalui jepretan kamera ataupun karya tangan tidak selalu menghasilkan
gambar yang sesuai keinginan, dengan sentuhan desaign grafis maka gambar
tersebut akan lebih menarik dan indah di lihat.
·
Dapat Menghasilkan Uang Dengan sebuah hasil desain yang telah dibuat akan
memiliki nilai yang berharga, bayangkan saja logo-logo perusahaan yang dibuat
dari aplikasi desain bukan sekedar bernilai ratusan ribu saja, bahkan ada yang
bernilai milyaran.
Contoh
Desain Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Berikut ini terdapat beberapa contoh desain dalam
kehidupan sehari-hari, terdiri atas:
1.
Advertising (Periklanan)
Periklanan merupakan
salah satu penggunaan yang paling menguntungkan grafis, seniman sering
melakukan pekerjaan iklan atau mengambil iklan potensial ke account saat membuat
seni, untuk meningkatkan peluang penjualan karya seni. Sebagai contoh : Membuat
kartu nama, Desain Kaos (T-Shirt).
2.
Business (Bisnis)
Grafis yang umum
digunakan dalam bisnis dan ekonomi untuk membuat diagram
keuangan dan tabel.
Istilah Usaha Graphics mulai dipakai pada akhir tahun 1970, ketika komputer
pribadi menjadi mampu menggambar grafik dibandingkan menggunakan format tabel.
Bisnis Grafik dapat digunakan untuk menyoroti perubahan selama jangka waktu tertentu.
3.
Political
(Politik)
Penggunaan grafis untuk terang-terangan politik (kartun,
grafiti, seni poster, desain bendera,dll) adalah praktek berabad-abad lama yang
berlangsung hingga hari ini di setiap bagian dunia. “The mural Irlandia Utara” adalah
salah satu contohnya. Seni melukis di dinding atau tembok yang menceritakan
konflik sejarah selama 35 tahun terakhir di Irlandia Utara.
4.
Education (Pendidikan)
Grafis yang banyak digunakan adalah dalam buku teks ,
terutama yang menyangkut mata pelajaran seperti geografi, sains, dan matematika
untuk menggambarkan teori dan konsep, seperti anatomi manusia . Diagram juga
digunakan untuk label foto dan gambar. Dalam rangka edukasi, grafis berfungsi
secara efektif sebagai bantuan pendidikan dan pelajar harus mampu
menafsirkannya dengan baik.
5.
Film and animation (Film dan animasi)
Komputer grafis sering digunakan dalam sebagian besar
film ber-fitur baru, terutama bagi Film dengan anggaran yang besar. Film-film
yang banyak menggunakan komputer grafis diantaranya ada Doraemon, Upin -Ipin ,
Harry Potter, Spider Man dan masih banyak lagi lainnya.
Rabu, 05 Mei 2021
1. Jelaskan
apa yang dimaksud proses dan teknik desain grafis!
Jawab :
Proses Desain Grafis
Secara
umum proses desain grafis dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Konsep
Adalah
hasil berupa pemikiran yang menentukan tujuan – tujuan, kelayakan dan
segment/audience yang dituju. Konsep bisa didapatkan dari pihak non-grafis.
Antara lain : Ekonomi, Politik,
Hukum, Budaya dll. yang ingin menerjemahkan ke dalam bentuk visual. Oleh karena itu desain grafis menjadi
desain komunikasi visual karena dapat bekerja untuk membantu pihak yang membutuhkan solusi
secara visual.
2.
Media
Untuk
mencapai kriteria ke sasaran / segment yang dituju, diperlukan studi kelayakan
media
yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya. Media berupa cetak,
elektronik, luar ruang.
3.
Ide
/ Gagasan
Untuk
mencari ide yang kreatif diperlukan studi banding, literatur, wawasan yang
luas,
diskusi,
wawancara, dll agar design bisa efektif diterima audience dan membangkitkan
kesan
tertentu yang sulit dilupakan. Kadang untuk mendapat ide, diperlukan suatu
ke’gila’an, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan
membenturkan/membuat suatu hal yang konflik / paradoks.
4.
Persiapan
Data
Data
berupa teks atau gambar terlebih dahulu harus kita pilih dan seleksi. Apakah
data itu sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga bisa
ditampilkan lebih kecil, samar atau dibuang sama sekali. Data bisa berupa data
Informatif atau data Estetis. Data informatif bisa berupa foto atau teks dan
judul. Data Estetis bisa berupa bingkai, background, efek grafis garis atau
bidang. Untuk desain menggunakan komputer, data 4 harus dalam formal digital /
file, oleh karena itu peralatan yang diperlukan untuk merubah data analog ke
digital seperti scanner, Camera Digital akan sangat membantu. Tugas Desaier
adalah menggabungkan data informatif dan data estetis menjadi satu kesatuan
yang utuh. Tujuan desain grafis adalah untuk mengkomunikasikan karya secara
visual, oleh karena itu jangan sampai estetika mengorbankan pesan / informasi.
5.
Visualisasi
Faktor
yang membuat desain menadi menarik secara visual, antara lain :
A. Pemilihan
Warna
Setelah data kita sortir dengan skala
prioritas, kini Anda dapat menentukan warna yang cocok untuk karya Anda.
Pemilihan warna dapat ditentukan dari konsep analisa dan strategi yang telah
ditentukan sebelumnya. Jika konsep warna sudah Anda dapatkan dari proses
analisa dan strategi, tentu pekerjaan Anda akan lebih mudah dan terarah. Tetapi
bagaimana jika Anda sama sekali tidak mempunyai kriteria atau batasan tentang
warna?
Berikut
adalah beberapa tips dari pemilihan warna :
1.
Segment usia berapa karya Anda akan ditampilkan? Bila usia ABG, pemakaian warna
cerah akan cocok. Jika usia lanjut Anda hanya bisa menggunakan warna hitam
putih saja atau grayscale.
2.
Terlebih dahulu tentukan warna background, apakah berwarna gelap, terang atau
sedang, setelah itu Anda dapat tentukan warna yang cocok dengan warna
background.
3.
Ambil warna dari warna data yang paling dominan. Jika data gambar yang lebih
banyak berwarna alam (hijau dan coklat), Anda dapat mengambil dari unsur warna
tersebut.
B.
Layout
Layout
adalah usaha untuk menyusun, menata unsur – unsur grafis (teks dan gambar) menjadi
media komunikasi yang efektif. Jika data / unsur grafis dan warna yang akan dipakai
telah dipastikan sebelumnya, maka selanjutnya kita dapat melakukan proses tata
letak / layout.
Namun
pekerjaan layout ini memerlukan kaidah-kaidah yang perlu diketahui seperti : Proporsi,
Keseimbangan, Irama, Kesatuan, Fokus dan Kontras. Kadang – kadang kita sulit
untuk memenuhi semua kaidah tersebut ke dalam desain. Lebih mudah jika kita fokus
pada salah satu kaidah tersebut dan kompromi dengan kaidah lainnya.
C.
Finishing
Informasi
dan data estetis telah tersusun rapi, namun tetap masih kurang “wah” atau
kurang
megah. Sama seperti bangunan, meskipun denahnya yang sesuai dengan
rencana,
bentuknya unik tapi jika tidak ada keramik, batu alam, tanaman, teralis atau pagar,
maka bangunan terasa belum selesai / belum difinishing.
Bagitu pula Desain
Grafis, agar tampilan lebih megah dan mewah perlu penambahan detail berupa
textur, efek, cahaya dan bentuk – bentuk harmonis. Dalam hal efek, software ang
baik digunakan adalah Adobe Photoshop dan Adobe After Effectc
bahkan3DStudioMax.
6.
Produksi
Setelah
desain selesai, maka sebaiknya desain terlebih dahulu di proofing (Print
Preview Sebelum Cetak Mesin). Jika warna dan komponen grafis lain tidak ada
kesalahan, maka desain Anda siap diperbanyak.
2. Jelaskan maksud dari desain grafis sebagai konsep pemecahan masalah!
Jawab :
Konsep Pemecahan
Masalah Desain Grafis
1.
Desain
sebagai pemecahan masalah
Bagian penting dari
proses desain berkaitan dengan mengatasi kreatif, praktis atau ekonomi
hambatan. Hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sering, masalahnya itu
adalah sulit bagi kita namun ada suatu perasaan bahwa sesuatu yang kita
kerjakan akan tidak beres dengan desain. Pemecahan masalah melibatkan bekerja
melalui berbagai elemen desain dan tidak hanya membuat asumsi seperti apa
masalahnya.
2.
Makro
dan mikro masalah
2.Masalah makro adalah
mereka yang mempengaruhi gambaran besar, seperti strategi produk secara
keseluruhan. Di sisi lain, Masalah mikro lebih kecil dalam skala dan
mempengaruhi spesifik elemen dalam strategi. Masalah yang berbeda membutuhkan
solusi yang berbeda dengan berbagai keterampilan set diperlukan. Bagaimana
untuk menghasilkan sebuah buku yang rumit tampilan nya dalam batas tertentu
atau jumlah halaman tertentu merupakan latihan yang berbeda dari menciptakan
sebuah karya baru, meskipun keduanya dilakukan oleh desain disiplin. Desain
merupakan salah satu unsur makro gambar dan merupakan fungsi yang duduk di
samping produk pengembangan, periklanan, pemasaran, hubungan masyarakat,
produksi dan distribusi. Beberapa klien mungkin berpikir desain yang dapat
memecahkan setiap masalah, namun pada akhirnya, desain tidak bisa memperbaiki
apa yang pada dasarnya bukan merupakan masalah desain.
3.
Pertanyaan
bukan jawaban
Seringkali, masalah desain bukan apa
yang kita pikirkan pada awalnya dan itu seringkali ide yang baik untuk mulai dengan
mempertanyakan masalahnya. Jadi mudah untuk menganggap bahwa desain adalah
jawaban untuk memecahkan Masalahnya, namun hal ini mungkin berarti bahwa sebuah
pertanyaannya sudah ditanyakan dan ketika gilirannya menjawab. Dalam kasus
iklan, mungkin ada beberapa cara untuk meningkatkan penjualan produk. Salah
satunya adalah untuk mendesain ulang gambar yang visual atau iklan, tapi ini
bukan satu-satunya cara. Masalah sebenarnya mungkin bahwa produk tidak memenuhi
persyaratan target penonton dan malah mungkin memerlukan reposisi dalam pasar
daripada mendesain ulang. Karena ada lebih dari satu solusi untuk masalah, ada
juga seringkali lebih dari satu pertanyaan yang perlu ditanyakan. Ini mungkin
terjadi bahwa seorang klien yang terlibat suatu desainer untuk memecahkan
masalah tidak mungkin telah meminta sendiri pertanyaan yang tepat untuk
memulai.
3. Jelaskan proses Desain grafis pada pembuatan animasi!
Jawab :
Proses Desain Grafis Animasi
Desain grafis pada
pembuatan animasi terdiri dari beberapa proses, yaitu :
1.
Storyboard
Dalam storyboard, seorang
animator membuat alur cerita dari awal sampai penting. Pembuatan storyboard
sangatlah penting untuk proses selanjutnya ketika produksi, apalagi jika
pembuatan animasi dilakukan secara berkelompok. Pembuatan storyboard selain
mengenai alur cerita, tapi juga mengenai ekspresi ketika beradegan, komunikasi
dalam bentuk apapun, dan juga detil-detil lain yang bersifat menjelaskan
jalannya cerita. Storyboard yang bagus akan berpengaruh pada efektifitas
pembuatan animasi secara keseluruhan, penting!
2.
Desain
karakter
Setelah alur cerita sudah
dibuat, karakter yang bermain di dalamnya harus mulai dibuat. Seperti
disebutkan diatas, ekspresi menjadi penting bagi sebuah karakter. Seringkali
animator melakukan pengambilan gambar dengan video untuk melihat refeerensi
ekspresi. Tipsnya adalah, pastikan setiap ekspresi atau sikap dapat tergambar
jelas, antara kalian ambil gambarnya sendiri atau mencari referensi ekspresi
atau kegiatan serupa melalui Youtube.
3.
Masa
Produksi
3.Dalam masa produksi,
banyak yang perlu dilakukan. Yang pertama adalah membuat frame kunci dan in
between. Frame kunci (keyframe) adalah gambar sketch yang berisikan gambaran
besar suatu cerita, sedangkan in between adalah penyempurnaan gambar keyframe
dengan menambahkan gerakan objek dalam cerita tersebut. Setelah gambar sudah
jadi di komputer, maka proses selanjutnya adalah melakukan pewarnaan pada
objek-objek dalam setiap frame.
4.
Editing
dan finishing
Tahap terakhir, dilakukan tahap seperti menggabungkan frame-frame yang sudah dibuat, lalu memberikan suara (jika diperlukan) dan melakukan editing pada video yang sudah jadi. Penyesuaian dalam video editing yang diperhatikan seperti durasi, dubbing, transisi antar frame, dan lain-lainnya.