Sabtu, 24 Juli 2021

1. Jelaskan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan apabila ingin membuat media visual berbasis Web !
2. Berikan contoh hasil aplikasi desain grafis berbasis Web !

Jawaban
1. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada desain website, diantaranya adalah: 

1. Penggunaan warna yang tepat Warna sangat berpengaruh dalam sebuah desain. Seperti yang telah kita ketahui, masing masing warna memiliki karakter tersendiri, dan mecerminkan suasana tertentu. Skema warna (kombinasi warna) dalam desain harus bisa mewakili karakter yang diinginkan. Tetapi perlu diingat, kombinasi warna yang berlebihan akan mengalihkan pengunjung dari konten website. 
2. Teks yang mudah dibaca Teks harus mudah dibaca, hal ini bisa dicapai dengan mengatur kontras warna teks dengan background. Selain itu penggunaan font yang tepat juga perlu diperhatikan, jenis font, ukuran font, style dan konsistensinya dalam desain. Selain itu pengaturan paragraf dan jarak antara teks dengan elemen lain juga perlu diperhatikan. Whitespace atau ruang kosong antar elemen harus harmonis. Semua hal tersebut bertujuan supaya Teks mudah dibaca. 
3. Desain visual yang harmonis Image atau gambar secara visual merupakan unsur atau elemen utama dalam desain. Image bisa digunakan sebai pemanis, atau penyeimbang atau point of interest. Sebaiknya pemilihan image sesuai dengan keseluruhan tema dan karakter desain website. Komposisi image dengan elemen lain juga harus sesuai, adakalanya sebuah website membutuhkan image yang besar (hampir fullscreen) untuk memberi kesan tertentu, dan 13 dikombinasi dengan teks yang lebih kecil porsinya, ada pula website dengan komposisi teks yang lebih banyak dan image hanya sebagai unsur tambahan. Komposisi antara image dengan teks tergantung dari tema dan karakter yang ingin dibangun. Yang penting harus bijaksana dalam memilih, menempatkan, dan mengkomposisi image, dan yang tidak kalah penting adalah kualitas image itu sendiri. Hal lain yang harus menjadi pertimbangan adalah besarnya file. Kecepatan load sebuah halaman website sebagian besar ditentukan oleh besarnya ukuran file, terutama image, apalagi bagi kita di Indonesia yang kecepatan akses internetnya sebagian besar dibawah rata-rata. 
4. Layout yang Simpel Layout atau tataletak desain diusahakan sesederhana mungkin, minimalisir elemenelemen yang tidak penting, maksimalkan whitespace (jarak antar elemen). Website dengan layout yang baik, mudah untuk dijelajahi, pengunjung mudah untuk menemukan sesuatu, dan dengan cepat menemukan apa yang dicarinya. Layout yang berantakan membuat pengunjung kesulitan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan sesuatu. Penempatan yang tidak sesuai, point of interest yang menyesatkan, dan urutan tata letak yang acak, sangat tidak menguntungkan. 
5. Alur yang mudah dimengerti Layout desain website harus bisa menuntun pengunjung dan mengarahkan mereka ke sesuatu yang kita inginkan, jadi kitalah yang menuntun alur perhatian pengunjung dari titik a, ke titik b, ke titik C, dan seterusnya, sehingga tujuan kita dan misi dari website bisa dicerna dengan baik oleh pengunjung. Hal ini tidaklah mudah, berbeda dengan media lain seperti televisi, dan koran, audience dalam kendali pemberi informasi, mereka menerima apa adanya dan pasif, dan tidak melakukan tindakan aktif untuk memilah. Sedangkan pada website, pengunjung memiliki kendali penuh, mereka aktif, dan oleh karena itu alur dari desain website harus jelas dan mudah dipahami agar pengunjung tidak frustasi menemukan apa yang mereka inginkan. 
6. Menu Navigasi yang jelas Salah satu elemen penting yang juga wajib diperhatikan adalah navigasi atau menu. Menu navigasi adalah satu-satunya cara pengunjung berinteraksi dengan website. Ada banyak cara dan banyak desain menu navigasi, tetapi yang tidak boleh dilupakan adalah fungsi utamanya, sebagai alat interaksi pengunjung dengan website. Website bisa saja mempunyai beberapa menu/navigasi, bisa diatas pada header, atau pada sidebar, maupun dibawah pada footer. Tidak ada rumus yang mengharuskan dimana kita menempatkan menu, yang penting harus menyatu dengan alur dan layout desain sebuah website.

2. Ada beberapa macam layout desain web saat ini yang semakin menghiasi dunia web : 

1. Static Layout static pada web desain memiliki ukuran tetap pada semua resolusi browser. Lebar layout static ini menggunakan satuan pixel (px) sehingga akan menghasilkan layout yang statis. Contoh layout static: Facebook, Twitter. 
2. Fluid Layout fluid memiliki kemampuan untuk menyesuaikan lebar layout sesuai dengan resolusi browser. Hal tersebut terjadi karena lebar layout menggunakan satuan percent (%) sehingga lebar layout akan mengikuti resolusi browser saat dikecilkan atau dibesarkan (resize). Contoh layout fluid: gmail, yahoo mail. 
3. Responsive Layout responsive memiliki kemampuan untuk berganti layout pada resolusi tertentu. Layout bisa berganti ini berkat kehadiran CSS3 dengan sintax media queries nya. Kalo di pemrograman fungsinya mirip „if„, tapi ini di css. Jadi sebuah web bisa memiliki tampilan berbeda saat dibuka dengan pc, tablet atau smartphone.
4. Responsive-fluid Layout responsive-fluid merupakan gabungan antara responsive dengan fluid sehingga lebar layout akan mennyesuaikan resolusi dan akan berganti layout pada resolusi tertentu. Layout ini menggunakan media queries dan satuan percent (%) untuk ukuran.
5. Horizontal Scrolling Layout horizontal scrolling adalah dengan menata content web kesamping, sehingga untuk melihat content web tersebut menggunakan scroll horizontal.
6. Parallax Scrolling Layout parallax scrolling menggunakan beberapa layer dan setiap layer memiliki kecepatan perpindahan yang berbeda-beda saat di scroll sehingga menimbulkan efek yang menarik.

Jumat, 16 Juli 2021

 1.     Jelaskan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan apabila ingin membuat media visual berbasis Web !

Jawab :

A.    Penggunaan warna yang tepat

Warna sangat berpengaruh dalam sebuah desain. Seperti yang telah kita ketahui, masing-masing warna memiliki karakter tersendiri, dan mecerminkan suasana tertentu. Skema warna (kombinasi warna) dalam desain harus bisa mewakili karakter yang diinginkan. Tetapi perlu diingat, kombinasi warna yang berlebihan akan mengalihkan pengunjung dari konten website.

B.    Teks yang mudah dibaca

Teks harus mudah dibaca, hal ini bisa dicapai dengan mengatur kontras warna teks dengan background. Selain itu penggunaan font yang tepat juga perlu diperhatikan, jenis font, ukuran font, style dan konsistensinya dalam desain. Selain itu pengaturan paragraf dan jarak antara teks dengan elemen lain juga perlu diperhatikan. Whitespace atau ruang kosong antar elemen harus harmonis. Semua hal tersebut bertujuan supaya Teks mudah dibaca.

C.    Desain visual yang harmonis

Image atau gambar secara visual merupakan unsur atau elemen utama dalam desain. Image bisa digunakan sebai pemanis, atau penyeimbang atau point of interest. Sebaiknya pemilihan image sesuai dengan keseluruhan tema dan karakter desain website. Komposisi image dengan elemen lain juga harus sesuai, adakalanya sebuah website membutuhkan image yang besar (hampir fullscreen) untuk memberi kesan tertentu, dan 13 dikombinasi dengan teks yang lebih kecil porsinya, ada pula website dengan komposisi teks yang lebih banyak dan image hanya sebagai unsur tambahan. Komposisi antara image dengan teks tergantung dari tema dan karakter yang ingin dibangun. Yang penting harus bijaksana dalam memilih, menempatkan, dan mengkomposisi image, dan yang tidak kalah penting adalah kualitas image itu sendiri. Hal lain yang harus menjadi pertimbangan adalah besarnya file. Kecepatan load sebuah halaman website sebagian besar ditentukan oleh besarnya ukuran file, terutama image, apalagi bagi kita di Indonesia yang kecepatan akses internetnya sebagian besar dibawah rata-rata.

D.    Layout yang Simpel

Layout atau tataletak desain diusahakan sesederhana mungkin, minimalisir elemenelemen yang tidak penting, maksimalkan whitespace (jarak antar elemen). Website dengan layout yang baik, mudah untuk dijelajahi, pengunjung mudah untuk menemukan sesuatu, dan dengan cepat menemukan apa yang dicarinya. Layout yang berantakan membuat pengunjung kesulitan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan sesuatu. Penempatan yang tidak sesuai, point of interest yang menyesatkan, dan urutan tata letak yang acak, sangat tidak menguntungkan.

E.    Alur yang mudah dimengerti

Layout desain website harus bisa menuntun pengunjung dan mengarahkan mereka ke sesuatu yang kita inginkan, jadi kitalah yang menuntun alur perhatian pengunjung dari titik a, ke titik b, ke titik C, dan seterusnya, sehingga tujuan kita dan misi dari website bisa dicerna dengan baik oleh pengunjung. Hal ini tidaklah mudah, berbeda dengan media lain seperti televisi, dan koran, audience dalam kendali pemberi informasi, mereka menerima apa adanya dan pasif, dan tidak melakukan tindakan aktif untuk memilah. Sedangkan pada website, pengunjung memiliki kendali penuh, mereka aktif, dan oleh karena itu alur dari desain website harus jelas dan mudah dipahami agar pengunjung tidak frustasi menemukan apa yang mereka inginkan.

F.     Menu Navigasi yang jelas

Salah satu elemen penting yang juga wajib diperhatikan adalah navigasi atau menu. Menu navigasi adalah satu-satunya cara pengunjung berinteraksi dengan website. Ada banyak cara dan banyak desain menu navigasi, tetapi yang tidak boleh dilupakan adalah fungsi utamanya, sebagai alat interaksi pengunjung dengan website. Website bisa saja mempunyai beberapa menu/navigasi, bisa diatas pada header, atau pada sidebar, maupun dibawah pada footer. Tidak ada rumus yang mengharuskan  dimana kita menempatkan menu, yang penting harus menyatu dengan alur dan layout desain sebuah website.

Ada dua hal penting yang membuat website menjadi sukses dan mampu mendapatkan trafik dalam jumlah tinggi: konten berkualitas dan desain yang unik serta menarik. Desain website yang tidak rapi dan berantakan memengaruhi kesempatan konten dibaca oleh pengunjung situs. Pastinya mereka tidak akan melanjutkan membaca konten jika desain web yang dibuat „merusak‟ pandangan mata. Kalau sudah begini, jumlah pengunjung yang mengakses web akan berkurang. Oleh karena itu, harus berhati-hati dalam mengatur tata letak website. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang cara desain web guna membantu dalam menemukan style yang tepat. Untuk menarik trafik yang tinggi, maka buatlah desain website yang menarik serta profesional. Dengan desain web yang apik, orang-orang akan lebih betah dalam membaca konten yang disediakan. Tak jarang konversi pun akan naik. Cari informasi sebanyak mungkin tentang cara mendesain web.

2.     Berikan contoh hasil aplikasi desain grafis berbasis Web !

Jawab :

Website By.u Provider : https://www.byu.id/

Website Marvel : https://www.marvel.com/

Jumat, 09 Juli 2021

  1. Jelaskan elemen-elemen apa saja yang harus diperhatikan jika ingin mengaplikasikan desain grafis pada perangkat mobile!
  2. Berikan contoh aplikasi desain grafis pada perangkat mobile!

Jawaban :

1.     Garis (line) Garis atau line adalah elemen pengubung antara satu titik dengan titik poin yang lainnya, sehingga membentuk suatu gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Elemen dasar yang digunakan untuk membangun konstruksi atau bentuk desain.

Bentuk (shape) Bentuk atau shape adalah unsur integral desain, yang dapat didefinisikan sebagai area datar yang disatukan dengan garis (line), value, maupun warna (color). Shape dapat dikategorikan menjadi tiga berdasarkan sifat yaitu huruf, simbol dan bentuk nyata (form)

Type (teks) Type desain adalah proses mendesain tipografi, atau disebut juga dengan istilah desain font, karena sebagian besar non-desainer merujuk ke font (teks) tetapi bukan tipografi.

Texture (tekstur) Tekstur adalah tampilan desain pada permukaan yang memiliki suatu pola, bentuk, dan corak yang dapat dilihat dan dicermati, yang menunjukkan permukaan gambar tersebut apakah terlihat kasar, halus, atau lembut.

Balance (keseimbangan) Setiap elemen memiliki kekuatan dan porsinya masing-masing, sehingga dibutuhkan keseimbangan / balance untuk mendapat hasil visual yang merata.

Contrast (kontras) Contrast merujuk pada sebuah perbedaan visual secara signifikan dari sebuah objek terhadap objek lain disekitarnya. Sering digunakan oleh seorang desainer dalam menciptakan pusat perhatian atau Point of View.

Color (warna) Colour atau warna adalah media dalam komunikasi simbolik yang secara obyektif dapat didefinisikan sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, sedangkan secara subyektif adalah bagian dari pengalaman indra pengelihatan. Secara fisik warna dapat dihasilkan oleh panjang gelombang. Warna dalam dunia desain dapat dibagi kedalam 2 kategori pewarnaan, yaitu RGB dan CMYK.

Continuity (kesinambungan) Continuity adalah penataan visual yang dapat menuntun gerak mata mengikuti ke satu arah tertentu. Misalnya dengan melihat satu garis lurus atau sebuah garis lengkung melewatinya.

Repetition (repetisi) Repetition atau repetisi istilah dalam desain yang mengacu pada pengulangan yang diterapkan pada elemen visual seperti warna, bentuk, tekstur, ukuran, dan jenis tulisan.

Unity (kesatuan) Unity atau kesatuan merupakan seberapa baik ukuran pada setiap elemen desain untuk bekerja sama dalam menciptakan keserasian atau keselarasan. Meliputi setiap elemen yang ada dalam desain sehingga memiliki kesatuan fokus yang jelas.

  1. Adobe Photoshop, Adobe image ready, AirBrush, Coreldraw, Infinite Design, Afterlight, PicsArt, GIMP, Adobe Indesign, Adobe Photoshop Express, Adobe Photoshop MIX, Adobe Photoshop FIX, Designapp Design Graphic, Desktop publishing, Adobe Photoshop Lightroom CC, CanvaAdobe Page Maker, Adobe Illustrator Draw, Desygner, AutoCAD, Macromedia Freehand, Snapseed3DC.io – 3D Modeling, Paint Tool SAI, Adobe Illustrator, Inkscape.

Jumat, 02 Juli 2021

  1. Jelaskan jenis-jenis desain grafis dan berikan contohnya!
  2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ide dan bagaimana proses untuk mendapatkan ide tersebut!
  3. Jelaskan manfaat dari desain grafis dan berikan contohnya!

Jawaban :

1.     Jenis-Jenis Desain Dalam hal ini desain memiliki dua jenis yaitu:

· Yang pertama ialah desain struktur yang merupakan wujud dari suatu benda yang terdiri dari unsur-unsur desain diantaranya susunan garis, bentuk, ukuran, warna tekstur dan nilai gelap terangnya.

· Yang kedua yaitu desain hiasan yang mempunyai tujuan untuk menghias desain struktur suatu benda atau busana.

2.     Ide dalam Membuat Desain

Salah satu sumber ide adalah imajinasi. Imajinasi, menurut Jack Stoops dan Jerry Samuelson, adalah kekuatan dari dalam diri kita yang memperbolehkan kita untuk mengalami apa yang telah kita alami, apa yang akan kita alami, dan apa yang tidak akan kita alami; imajinasi dapat menembus batasan ruang, waktu dan realitas. Imajinasi dapat membawa kita ke alam fantasi melalui dunia mimpi, yang sebenarnya adalah cermin dari keinginan dan pemikiran kita yang paling dalam.

Strategy yang membantu kita bermain-main dengan daya imajinasi kita untuk memancing ide-ide baru melalui pembentukan bentuk baru, yaitu :

1.     Seleksi

adalah proses pensortiran dimana kita menfokuskan pandangan kita ke satu bentuk tertentu untuk diobsevasi. Observasi meliputi perhatian detail terhadap bentuk, warna, cahaya, bahan, bagian-bagian daripada benda tersebut. Dengan observasi yang baik kita dapat menemukan bentuk-bentuk baru yang terdapat pada benda tersebut.

2.     Alteration(perubahan)

adalah perubahan yang dilakukan pada sebuah benda sehingga tercipta sebuah benda yang baru. Penggabungan dua elemen yang berbeda, dapat menciptakan suatu bentuk baru. Apel dan resleting adalah dua elemen yang berbeda, penggabungan keduanya dan alterasi dari bentuk apel menghasilkan suatu bentuk baru yang mempunyai nilai dan arti baru.

3.     Abstraksi

adalah pensederhanaan bentuk sehingga tercipta bentuk yang baru.

4.     Spontanitas

adalah pencatatan semua ide yang terlintas ke dalam bentuk visual, atau dapat juga disebut dengan brainstorming. Dengan demikian tanpa kita sadari kita juga membuat alterasi ide yang satu menjadi ide baru dan mengembangkannya terus sehingga menemukan ide yang terbaik.

3.     Manfaat Desain

Adapun manfaat desain dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

· Mempercepat Proses Pekerjaan Suatu pekerjaan akan dapat diperisngkat dengan menggunakan desain grafis, contohnya sebuah proposal yang harus memaparkan setiap detail perusahaan tetapi dengan menggunakan desain grafis maka akan lebih dipersingkat dengan membuatnya dalam bentuk gambar atau kurva.

· Dapat Menyampaikan Pesan Dalam Bentuk Grafis Untuk membuat pesan dalam bentuk sebuah karya seni desain grafis tidaklah mudah, hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti kurusus desain grafis yang terpercaya agar pesan yang dibuat dapat disampaikan kepada masyarakat.

· Menjadi Tempat Pengungkapan Perasaan Setiap orang pasti memiliki perasaan yang terkadang sulit di ungkapan, setelah belajar desain grafis di dumet school dengan sebuah aplikasi photoshop ataua adobe lainnya dapat mengungkapkan perasaan dalam bentuk grafis.

· Memberikan Hasil Gambar Yang Lebih Menarik Dan Indah Gambar yang dihasilkan baik melalui jepretan kamera ataupun karya tangan tidak selalu menghasilkan gambar yang sesuai keinginan, dengan sentuhan desaign grafis maka gambar tersebut akan lebih menarik dan indah di lihat.

· Dapat Menghasilkan Uang Dengan sebuah hasil desain yang telah dibuat akan memiliki nilai yang berharga, bayangkan saja logo-logo perusahaan yang dibuat dari aplikasi desain bukan sekedar bernilai ratusan ribu saja, bahkan ada yang bernilai milyaran.

 

Contoh Desain Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berikut ini terdapat beberapa contoh desain dalam kehidupan sehari-hari, terdiri atas:

1.     Advertising (Periklanan)

Periklanan merupakan salah satu penggunaan yang paling menguntungkan grafis, seniman sering melakukan pekerjaan iklan atau mengambil iklan potensial ke account saat membuat seni, untuk meningkatkan peluang penjualan karya seni. Sebagai contoh : Membuat kartu nama, Desain Kaos (T-Shirt).

2.     Business (Bisnis)

Grafis yang umum digunakan dalam bisnis dan ekonomi untuk membuat diagram

keuangan dan tabel. Istilah Usaha Graphics mulai dipakai pada akhir tahun 1970, ketika komputer pribadi menjadi mampu menggambar grafik dibandingkan menggunakan format tabel. Bisnis Grafik dapat digunakan untuk menyoroti perubahan selama jangka waktu tertentu.

3.     Political (Politik)

Penggunaan grafis untuk terang-terangan politik (kartun, grafiti, seni poster, desain bendera,dll) adalah praktek berabad-abad lama yang berlangsung hingga hari ini di setiap bagian dunia. “The mural Irlandia Utara” adalah salah satu contohnya. Seni melukis di dinding atau tembok yang menceritakan konflik sejarah selama 35 tahun terakhir di Irlandia Utara.

4.     Education (Pendidikan)

Grafis yang banyak digunakan adalah dalam buku teks , terutama yang menyangkut mata pelajaran seperti geografi, sains, dan matematika untuk menggambarkan teori dan konsep, seperti anatomi manusia . Diagram juga digunakan untuk label foto dan gambar. Dalam rangka edukasi, grafis berfungsi secara efektif sebagai bantuan pendidikan dan pelajar harus mampu menafsirkannya dengan baik.

5.     Film and animation (Film dan animasi)

Komputer grafis sering digunakan dalam sebagian besar film ber-fitur baru, terutama bagi Film dengan anggaran yang besar. Film-film yang banyak menggunakan komputer grafis diantaranya ada Doraemon, Upin -Ipin , Harry Potter, Spider Man dan masih banyak lagi lainnya.

Rabu, 05 Mei 2021

1.   Jelaskan apa yang dimaksud proses dan teknik desain grafis!

Jawab :

                        Proses Desain Grafis

Secara umum proses desain grafis dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.     Konsep

Adalah hasil berupa pemikiran yang menentukan tujuan – tujuan, kelayakan dan segment/audience yang dituju. Konsep bisa didapatkan dari pihak non-grafis. Antara lain : Ekonomi, Politik, Hukum, Budaya dll. yang ingin menerjemahkan ke dalam bentuk visual. Oleh karena itu desain grafis menjadi desain komunikasi visual karena dapat bekerja untuk membantu pihak yang membutuhkan solusi secara visual.

2.     Media

Untuk mencapai kriteria ke sasaran / segment yang dituju, diperlukan studi kelayakan

media yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya. Media berupa cetak, elektronik, luar ruang.

3.     Ide / Gagasan

Untuk mencari ide yang kreatif diperlukan studi banding, literatur, wawasan yang luas,

diskusi, wawancara, dll agar design bisa efektif diterima audience dan membangkitkan

kesan tertentu yang sulit dilupakan. Kadang untuk mendapat ide, diperlukan suatu ke’gila’an, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan membenturkan/membuat suatu hal yang konflik / paradoks.

4.     Persiapan Data

Data berupa teks atau gambar terlebih dahulu harus kita pilih dan seleksi. Apakah data itu sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga bisa ditampilkan lebih kecil, samar atau dibuang sama sekali. Data bisa berupa data Informatif atau data Estetis. Data informatif bisa berupa foto atau teks dan judul. Data Estetis bisa berupa bingkai, background, efek grafis garis atau bidang. Untuk desain menggunakan komputer, data 4 harus dalam formal digital / file, oleh karena itu peralatan yang diperlukan untuk merubah data analog ke digital seperti scanner, Camera Digital akan sangat membantu. Tugas Desaier adalah menggabungkan data informatif dan data estetis menjadi satu kesatuan yang utuh. Tujuan desain grafis adalah untuk mengkomunikasikan karya secara visual, oleh karena itu jangan sampai estetika mengorbankan pesan / informasi.

5.     Visualisasi

Faktor yang membuat desain menadi menarik secara visual, antara lain :

A.    Pemilihan Warna

Setelah data kita sortir dengan skala prioritas, kini Anda dapat menentukan warna yang cocok untuk karya Anda. Pemilihan warna dapat ditentukan dari konsep analisa dan strategi yang telah ditentukan sebelumnya. Jika konsep warna sudah Anda dapatkan dari proses analisa dan strategi, tentu pekerjaan Anda akan lebih mudah dan terarah. Tetapi bagaimana jika Anda sama sekali tidak mempunyai kriteria atau batasan tentang warna?

Berikut adalah beberapa tips dari pemilihan warna :

1. Segment usia berapa karya Anda akan ditampilkan? Bila usia ABG, pemakaian warna cerah akan cocok. Jika usia lanjut Anda hanya bisa menggunakan warna hitam putih saja atau grayscale.

2. Terlebih dahulu tentukan warna background, apakah berwarna gelap, terang atau sedang, setelah itu Anda dapat tentukan warna yang cocok dengan warna background.

3. Ambil warna dari warna data yang paling dominan. Jika data gambar yang lebih banyak berwarna alam (hijau dan coklat), Anda dapat mengambil dari unsur warna tersebut.

B.    Layout

Layout adalah usaha untuk menyusun, menata unsur – unsur grafis (teks dan gambar) menjadi media komunikasi yang efektif. Jika data / unsur grafis dan warna yang akan dipakai telah dipastikan sebelumnya, maka selanjutnya kita dapat melakukan proses tata letak / layout.

Namun pekerjaan layout ini memerlukan kaidah-kaidah yang perlu diketahui seperti : Proporsi, Keseimbangan, Irama, Kesatuan, Fokus dan Kontras. Kadang – kadang kita sulit untuk memenuhi semua kaidah tersebut ke dalam desain. Lebih mudah jika kita fokus pada salah satu kaidah tersebut dan kompromi dengan kaidah lainnya.

C.    Finishing

Informasi dan data estetis telah tersusun rapi, namun tetap masih kurang “wah” atau

kurang megah. Sama seperti bangunan, meskipun denahnya yang sesuai dengan

rencana, bentuknya unik tapi jika tidak ada keramik, batu alam, tanaman, teralis atau pagar, maka bangunan terasa belum selesai / belum difinishing.

Bagitu pula Desain Grafis, agar tampilan lebih megah dan mewah perlu penambahan detail berupa textur, efek, cahaya dan bentuk – bentuk harmonis. Dalam hal efek, software ang baik digunakan adalah Adobe Photoshop dan Adobe After Effectc bahkan3DStudioMax.

6.     Produksi

Setelah desain selesai, maka sebaiknya desain terlebih dahulu di proofing (Print Preview Sebelum Cetak Mesin). Jika warna dan komponen grafis lain tidak ada kesalahan, maka desain Anda siap diperbanyak.

2. Jelaskan maksud dari desain grafis sebagai konsep pemecahan masalah!

Jawab :

                    Konsep Pemecahan Masalah Desain Grafis

1.     Desain sebagai pemecahan masalah

Bagian penting dari proses desain berkaitan dengan mengatasi kreatif, praktis atau ekonomi hambatan. Hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sering, masalahnya itu adalah sulit bagi kita namun ada suatu perasaan bahwa sesuatu yang kita kerjakan akan tidak beres dengan desain. Pemecahan masalah melibatkan bekerja melalui berbagai elemen desain dan tidak hanya membuat asumsi seperti apa masalahnya.

2.     Makro dan mikro masalah

2.Masalah makro adalah mereka yang mempengaruhi gambaran besar, seperti strategi produk secara keseluruhan. Di sisi lain, Masalah mikro lebih kecil dalam skala dan mempengaruhi spesifik elemen dalam strategi. Masalah yang berbeda membutuhkan solusi yang berbeda dengan berbagai keterampilan set diperlukan. Bagaimana untuk menghasilkan sebuah buku yang rumit tampilan nya dalam batas tertentu atau jumlah halaman tertentu merupakan latihan yang berbeda dari menciptakan sebuah karya baru, meskipun keduanya dilakukan oleh desain disiplin. Desain merupakan salah satu unsur makro gambar dan merupakan fungsi yang duduk di samping produk pengembangan, periklanan, pemasaran, hubungan masyarakat, produksi dan distribusi. Beberapa klien mungkin berpikir desain yang dapat memecahkan setiap masalah, namun pada akhirnya, desain tidak bisa memperbaiki apa yang pada dasarnya bukan merupakan masalah desain.

3.     Pertanyaan bukan jawaban

Seringkali, masalah desain bukan apa yang kita pikirkan pada awalnya dan itu seringkali ide yang baik untuk mulai dengan mempertanyakan masalahnya. Jadi mudah untuk menganggap bahwa desain adalah jawaban untuk memecahkan Masalahnya, namun hal ini mungkin berarti bahwa sebuah pertanyaannya sudah ditanyakan dan ketika gilirannya menjawab. Dalam kasus iklan, mungkin ada beberapa cara untuk meningkatkan penjualan produk. Salah satunya adalah untuk mendesain ulang gambar yang visual atau iklan, tapi ini bukan satu-satunya cara. Masalah sebenarnya mungkin bahwa produk tidak memenuhi persyaratan target penonton dan malah mungkin memerlukan reposisi dalam pasar daripada mendesain ulang. Karena ada lebih dari satu solusi untuk masalah, ada juga seringkali lebih dari satu pertanyaan yang perlu ditanyakan. Ini mungkin terjadi bahwa seorang klien yang terlibat suatu desainer untuk memecahkan masalah tidak mungkin telah meminta sendiri pertanyaan yang tepat untuk memulai.

3. Jelaskan proses Desain grafis pada pembuatan animasi!

Jawab :

                    Proses Desain Grafis Animasi

                                    Desain grafis pada pembuatan animasi terdiri dari beberapa proses, yaitu :

1.     Storyboard

Dalam storyboard, seorang animator membuat alur cerita dari awal sampai penting. Pembuatan storyboard sangatlah penting untuk proses selanjutnya ketika produksi, apalagi jika pembuatan animasi dilakukan secara berkelompok. Pembuatan storyboard selain mengenai alur cerita, tapi juga mengenai ekspresi ketika beradegan, komunikasi dalam bentuk apapun, dan juga detil-detil lain yang bersifat menjelaskan jalannya cerita. Storyboard yang bagus akan berpengaruh pada efektifitas pembuatan animasi secara keseluruhan, penting!

2.     Desain karakter

Setelah alur cerita sudah dibuat, karakter yang bermain di dalamnya harus mulai dibuat. Seperti disebutkan diatas, ekspresi menjadi penting bagi sebuah karakter. Seringkali animator melakukan pengambilan gambar dengan video untuk melihat refeerensi ekspresi. Tipsnya adalah, pastikan setiap ekspresi atau sikap dapat tergambar jelas, antara kalian ambil gambarnya sendiri atau mencari referensi ekspresi atau kegiatan serupa melalui Youtube.

3.     Masa Produksi

3.Dalam masa produksi, banyak yang perlu dilakukan. Yang pertama adalah membuat frame kunci dan in between. Frame kunci (keyframe) adalah gambar sketch yang berisikan gambaran besar suatu cerita, sedangkan in between adalah penyempurnaan gambar keyframe dengan menambahkan gerakan objek dalam cerita tersebut. Setelah gambar sudah jadi di komputer, maka proses selanjutnya adalah melakukan pewarnaan pada objek-objek dalam setiap frame.

4.     Editing dan finishing

Tahap terakhir, dilakukan tahap seperti menggabungkan frame-frame yang sudah dibuat, lalu memberikan suara (jika diperlukan) dan melakukan editing pada video yang sudah jadi. Penyesuaian dalam video editing yang diperhatikan seperti durasi, dubbing, transisi antar frame, dan lain-lainnya.