Jumat, 16 November 2018


ILMU SOSIAL DASAR#

URBANISASI













NPM:
56418326
NAMA:
RIZKY MUSTAQBIRA
KELAS:
1IA18
JURUSAN:
Teknik Infomatika





UNIVERSITAS GUNADARMA










Pengertian urbanisasi
urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan menetap dalam kurun waktu tertentu. Urbanisasi menurut ilmu kependudukan sedikit berbeda, yakni presentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Sementara menurut ilmu kependudukan, perpindahan penduduk dari desa ke kota ini hanya salah satu hal yang mempengaruhi terjadinya urbanisasi itu sendiri. Namun dari kedua definisi di atas kita lebih mengenal urbanisasi sebagai definisi yang pertama, yakni perpindahan penduduk dari desa ke kota. Mengapa orang-orang senang melakukan urbanisasi ini tentu ada alasannya. Kita akan mempelajarinya lebih lanjut.
Penyebab Urbanisasi
1.      Banyaknya lapangan kerja di kota daripada di desa
2.      Sarana dan prasarana di kota yang lebih lengkap
3.      Kehidupan di kota yang lebih modern
4.      Pendidikan berkualitas tinggi jumlahnya lebih banyak
5.      Banyak perguruan tinggi ternama
Tujuan Urbanisasi
1.      Memperoleh kesejahteraan hidup
2.      Memperoleh kepuasan
3.      Memperoleh kesenangan
4.      Mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan lebih cepat
5.      Mendapatkan pekerjaan
6.      Tidak ingin ketinggalan zaman
Dampak Urbanisasi
1.      Dampak Positif
·         Memodernisasikan warga desa
·         Menambah pengetahuan warga desa
·         Menjalin kerjasama yang baik antar warga suat daerah
·         Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
·         Mengurangi pengangguran di pedesaan
·         Menambah kesejahteraan masyarakat pedesaan
·         Terpenuhinya jumlah tenaga kerja
·         Menggerakkan roda perekonomian
2.      Dampak Negatif
·         Permasalahan perumahan yang sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
·         Terbentuknya subur tempat-tempat pemukiman baru yang berada di pinggiran kota
·         Sekain meningkatnya tuna karya
·         Lingkungan hidup yang tidak sehat akan menimbulkan kerawanan sosial dan juga kriminalitas.
·         Berkurangnya jumlah tenaga kerja usia produktif di pedesaan
·         Banyak pengangguran di ibukota
·         Banyak menimbulkan sampah
·         Penyebab kemacetan
·         penyebab kepadatan penduduk di perkotaan

BEKASI TIMUR

Perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan atau seks rasio di Kota Bekasi adalah sebesar 102 persen. yang artinya jumlah penduduk laki-laki 2 persen lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Seks rasio terbesar terdapat di Kecamatan Bantargebang yakni sebesar 112, dan yang terkecil terdapat di Kecamatan Rawalumbu yakni sebesar 100.

Dari hasil SP2010 diketahui Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Kota Bekasi yaitu sebesar 3,48 persen pertahun. Kecamatan yang LPP nya tertinggi adalah Kecamatan Mustikajaya yakni 8,43 persen pertahun. sedangkan LPP terendah adalah Kecamatan Bekasi Timur yakni sebesar 1,33 persen per tahun.

Dengan luas wilayah 210,49 km2 yang di diami oleh 2.336.489 orang maka rat-rata tingkat kepadatan penduduk Kota Bekasi adalah sebesar 11.100 jiwa per nkm2. Wilayah yang paling padat penduduknya adalah Kecamatan Bekasi Timur dimana kepadatanya mencapai 18.387 jiwa/km2 pada tahun 2010, sedangkan yang paling rendah kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Bantargebang yakni sekitar 5.631 jiwa/km2. kecamatan angka sementara jumlah total penduduk jumlah total rt realisasi.





  1. PONDOKGEDE 206,109 18,034 4,281 8.75%
  2. JATISAMPURNA 118,204 6,235 1,552 5.27%
  3. PONDOKMELATI 126,340 9,337 2,743 7.39%
  4. JATIASIH 169,952 2,371 927 1.40%
  5. BANTARGEBANG 113,301 7,766 2,344 6.85%
  6. MUSTIKAJAYA 140,504 23,300 6,212 16.58%
  7. BEKASI TIMUR 211,333 28,202 6,922 13.34%
  8. RAWALUMBU 186,894 10,516 3,163 5.63%
  9. BEKASI SELATAN 177,034 14,496 3,863 8.19%
  10. BEKASI BARAT 238,054 12,556 3,114 5.27%
  11. MEDAN SATRIA 157,779 12,923 3,408 8.19%
  12. BEKASI UTARA 257,239 28,329 6,786 11.01%
  13. Total 2,102,743 174,065 45,315 8.2SS




Referensi :


Minggu, 28 Oktober 2018

Bidang Penerbangan dan Kemiliteran


    Di bidang penerbangan dan luar angkasa komputer digunakan untuk mengatur kendali pesawat menggantikan pilot, menghitung ketinggian pesawat, mengendalikan panel-panel kendali seperti keadaan mesin, bahan bakar, dan kecepatan.


    Komputer juga digunakan untuk mengendalikan pesawat ruang angkasa baik dengan awak maupun tanpa awak ke planet dan mempelajari keadaan dan isi planet diluar angkasa. 


    Di bidang militer komputer juga bermanfaat untuk mengendalikan senjata atau peluru kendali. Komputer juga digunakan untuk navigasi kapal laut dan kapal selam, juga untuk melakukan simulasi peperangan, dan melakukan pengiriman sandi-sandi rahasia militer.