Aplikasi Desain Grafis 2D
Pengertian Desain Grafis
aktivitas perancangan ide dan pembuatan informasi melalui
sebuah media dengan menggunakan elemen-elemen visual, seperti titik, garis, huruf,
bidang, tekstur, ruang, dan warna. Desain grafis adalah bagian dari ilmu seni
visual. Secara bahasa desain grafis terdiri dari dua kata. Yaitu desain yang
berarti kerangka bentuk atau rancangan. Dan grafis yang merupakan paduan titik,
garis, bidang, atau huruf visual untuk mengomunikasikan pesan tertentu. Dalam
desain grafis, terdapat dua jenis media yang biasa digunakan, yaitu 2 dimensi
dan 3 dimensi. Media 2D, seperti kertas, papan, kain, dan sebagainya. Sedang
media 3D meliputi perangkat-perangkat yang dapat menampilkan hasil gambar
bergerak.
Fungsi
Desain Grafis
Desain
grafis identik dengan hal-hal terkait periklanan dan promosi sebuah produk.
Namun pada dasarnya bidang seni yang satu ini memiliki dua fungsi utama, di
mana promosi merupakan bagian darinya. Berikut ulasan lebih lengkap mengenai
fungsi desain grafis.
1. Fungsi Identifikasi
Identifikasi
merupakan proses pengenalan terhadap sesuatu. Desain grafis dapat menjadi
sebuah metode untuk menetapkan identitas dan membenamkan ingatan kepada
khalayak akan identitas tersebut. Contoh penerapan desain grafis
paling umum adalah dalam desain logo yang menjadi identitas utama dari sebuah
merek atau perusahaan. Melalui logo tersebut, khalayak dapat langsung mengenali
dari siapa sebuah informasi berasal. Desain grafis
menjadi kunci bagaimana khalayak mendapatkan kesan terhadap sesuatu. Desain
yang memikat membuat orang tertarik dan ingin tahu lebih jauh. Sebaliknya,
desain yang buruk menghasilkan identitas negatif, bahkan tidak menancap dalam
ingatan khalayak.
2.
Fungsi
Instruksi
Desain grafis
juga dapat berfungsi untuk mengomunikasikan sebuah informasi yang berupa arahan
atau petunjuk. Melalui informasi tersebut, diharapkan khalayak dapat terdorong
untuk merespon dan melakukan sesuatu yang diinginkan oleh penyampainya.
Di sinilah
desain grafis menjadi salah satu sarana promosi, publikasi, dan presentasi.
Tujuan yang lebih kompleks tentunya membutuhkan aplikasi desain yang lebih
menarik. Desainer harus mampu menyampaikan informasi secara efektif, agar mudah
dipahami dan diingat. Fungsi instruksi
berkaitan erat dengan fungsi identitas. Sebagai contoh, sebuah produk memiliki
logo dengan dominasi warna merah. Maka iklan dari produk tersebut akan memuat
warna yang sama, untuk lebih melekatkan identitasnya. Aplikasi desain grafis
dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Utamanya dalam mengomunikasikan
ide atau informasi dengan cara semenarik mungkin, untuk menumbuhkan minat
khalayak terhadap pesan tersebut.
Unsur-Unsur Desain Grafis
Desain grafis mengandung unsur-unsur
yang kurang lebih sama dengan unsur seni visual pada umumnya. Unsur-unsur
tersebut meliputi garis, bidang, ruang, warna, dan tekstur. Kelimanya akan
dijelaskan dalam poin-poin berikut ini.
1.
Garis
Garis adalah gabungan dari titik-titik yang saling terhubung dengan
rapat, urut, dan runut. Garis menjadi penegas kontur atau aksen suatu bidang.
Jenisnya bisa tegak lurus memanjang, diagonal, lengkung atau bergelombang, baik
tegas maupun putus-putus.
2.
Bidang/Bentuk
Bidang merupakan bentuk yang dihasilkan dari bertemunya titik awal dan
akhir suatu garis. Bidang terdiri dari dua jenis, yaitu geometris, seperti
lingkaran, persegi, segitiga, dan lainnya. Serta organis yang meliputi bentuk
tak beraturan yang bebas dan fleksibel.
3.
Ruang
Ruang adalah dimensi dari sebuah desain grafis. Tempat di mana semua unsur grafis berkumpul dalam satu kesatuan. Ruang juga bisa berarti area kosong yang memberi jarak antara satu unsur dengan lainnya.
4.
Warna
Pada dasarnya, warna merupakan citra yang diterjemahkan oleh otak dari
retina mata yang menangkap gelombang cahaya. Warna dalam desain grafis
merupakan corak pemanis pada permukaan unsur-unsurnya dan menimbulkan sensasi
yang menarik perhatian.
5.
Tekstur
Tekstur merupakan gambaran sifat dari suatu jenis permukaan, sehingga menimbulkan kesan bisa dilihat sekaligus diraba. Seperti halnya warna, tekstur memberikan sensasi visual yang menarik dan membangkitkan perasaan. Itulah penjelasan singkat mengenai setiap unsur dalam desain grafis. Kombinasi antara kelima unsur tersebut dapat menghasilkan tampilan baru yang menarik apabila diterapkan dengan tepat. Karenanya desain grafis juga harus memperhatikan prinsip komunikasi visual yang baik.
Prinsip
Desain Grafis
Penting
bagi desainer untuk mempelajari prinsip dalam membuat karya grafis. Apalagi
jika tujuan pembuatannya adalah memberikan informasi kepada khalayak. Dalam menerapkan unsur-unsur desain grafis,
desainer wajib memperhatikan beberapa prinsip, antara lain:
1.
Komposisi
Secara
bahasa berarti penggabungan atau penataan. Setiap unsur desain grafis ditata
sedemikian rupa hingga saling mendukung dan tampil sebagai kesatuan visual yang
utuh dan serasi. Ini bisa dicapai dengan menerapkan prinsip-prinsip desain
grafis selanjutnya.
2.
Keseimbangan
Dalam
desain grafis, keseimbangan tidak selalu berarti ukuran yang sama persis.
Keseimbangan juga bisa diterapkan melalui bentuk, warna, atau tekstur.
Keseimbangan dapat dilihat dari tampilan yang mantap dan tidak meninggalkan
kesan ganjil.
3.
Proporsi
Proporsi adalah perbandingan antara setiap unsur desain grafis. Perbandingan ini bisa diwujudkan melalui ukuran, posisi, atau jarak (ruang). Biasanya menganut Golden Ratio, yaitu satuan ukuran perbandingan yang proporsional dan menjadi patokan dalam seni visual.
4.
Harmoni
Harmoni
berhubungan erat dengan keserasian. Setiap elemen desain grafis ditampilkan
dalam nuansa teratur, seimbang, dan proporsional sehingga menarik perhatian dan
memberikan kesan tersendiri bagi penikmatnya.
5.
Irama
Irama
merupakan cara untuk menampilkan gerak. Dalam desain grafis dua dimensi, gambar
dibuat seolah bergerak, menyesuaikan sisi psikologis manusia yang memiliki
respon natural tertentu, jika berhadapan dengan unsur-unsur desain grafis. Karya desain grafis dapat dikatakan baik
apabila dapat memenuhi semua prinsip di atas. Tidak ada batasan mengenai
bagaimana cara menerapkan prinsip tersebut. Asalkan semuanya muncul dengan
baik, umumnya dapat dipastikan bahwa desain grafis tersebut akan menarik
perhatian.
Jenis-Jenis
Desain Grafis
Awalnya, desain grafis hanya memanfaatkan media 2
dimensi. Namun, seiring perkembangan teknologi, kini desain grafis juga
ditampilkan dengan media 3 dimensi. Hal ini turut memengaruhi klasifikasi
desain grafis, yang kemudian dibedakan menurut aplikasinya.
1.
Desain
Identifikasi
Identifikasi
berkaitan dengan fungsi desain grafis sebagai cara untuk memperkenalkan
sekaligus mengingatkan sebuah informasi kepada khalayak. Umumnya diaplikasikan
dalam dunia industri, mulai dari desain logo, materi promosi, profil
perusahaan, dan lain-lain.
2.
Desain
Multimedia
Multimedia
berarti desain grafis memanfaatkan berbagai jenis media, sesuai dengan
penempatannya. Film animasi, iklan televisi, dan video, adalah termasuk contoh
desain multimedia yang paling sering ditemui.
3.
Desain
Percetakan/Printing
Aplikasi
desain grafis khusus untuk kebutuhan percetakan. Bisa dalam bentuk sampul buku
dan tata letak isinya, majalah, dan media cetak lainnya. Beberapa materi
publikasi juga masih menggunakan aplikasi cetak, misalnya poster, banner, pamflet, flyer, dan sebagainya.
4.
Desain
Produk
Desain
produk meliputi desain kemasan secara menyeluruh, baik bentuk maupun tampilan
luarnya. Kemasan ini termasuk kompartemen ukuran besar yang memuat sejumlah
unit produk untuk didistribusikan. Juga merchandise atau item-item pendukung
promosi.
5.
Desain
Digital
Perkembangan teknologi telah sampai di ranah digital yang identik
dengan penggunaan internet. Sehingga kini kategori grafis pun bertambah dengan
adanya desain antarmuka website, aplikasi, dan permainan digital yang semuanya
bersifat interaktif. Teknologi digital pun semakin memantapkan posisi desain grafis dalam
dunia publikasi. Profesi desainer semakin populer. Proses mendesain juga
semakin mudah dilakukan karena tersedia program komputer khusus untuk membuat
karya desain grafis.
Sejarah
Desain Grafis Singkat
Jika
dahulunya desain grafis masih menjadi bagian dari disiplin ilmu seni rupa, kini
tidak lagi. Desain grafis sama sekali telah terpisah dari seni rupa. Terutama
sejak munculnya istilah desain komunikasi visual akibat semakin luasnya cakupan
aplikasi desain grafis. Cikal bakal penerapan desain grafis dalam dunia
industri dimulai di Inggris pada abad ke-19. Adalah Henry Cole, seorang seniman
sekaligus pengajar setempat yang memopulerkan pendapat tentang menggabungkan
unsur seni dalam dunia industri. Inovasi tersebut kemudian diperkuat oleh buku
karya desain grafis terbitan komunitas Arts and Crafts dengan visual yang
menarik perhatian. Khalayak Inggris menyambut inovasi baru tersebut dengan
baik, membuktikan bahwa pendapat Henry Cole mulai menjadi kenyataan. Akhirnya,
desain grafis berkembang menjadi profesi yang populer. Ini seiring dengan
penggunaan media cetak sebagai sarana memperkenalkan produk dan informasi baru.
Kemudian terapannya makin luas dengan adanya inovasi media elektronik dan
digital.
Software–Software
yang Biasa Digunakan
Saat
ini, komputer menjadi perangkat terbanyak yang digunakan untuk desain grafis.
Memang, perangkat tersebut menawarkan begitu banyak kemudahan bagi desainer.
Praktis, instan, serta efisien, berikut software–software desain grafis yang
paling umum dipakai.
1. Corel Draw
Corel Draw masih belum tergeser posisinya
sebagai software desain grafis terpopuler. Software ini mudah dioperasikan,
cocok dipakai untuk mendesain vektor atau ilustrasi gambar yang ukurannya tidak
memengaruhi tingkat ketajamannya.
2. Adobe Photoshop
Software ini sebenarnya berfungsi untuk
mengedit foto. Namun, fitur-fitur di dalamnya memungkinkan pengguna dapat
mendesain grafis, baik dengan menggunakan foto maupun membuat gambar baru.
3. Adobe Illustrator
Fungsinya hampir sama dengan Corel Draw.
Hanya saja Adobe Illustrator lebih pas dipakai untuk membuat ilustrasi dalam
satu halaman tunggal. Secara fitur, software ini memiliki akurasi garis dan
warna yang lebih baik daripada Corel Draw.
4. Anime Studio
Anime Studio merupakan software pembuatan
animasi dengan berbagai macam fitur. Aplikasi ini bisa dipakai untuk membuat
animasi 2D dan 3D. Memungkinkan penggunanya dapat langsung mempublikasikan
karya mereka dengan mudah.
5. Canva
Software ini terbilang baru dan berbasis
online. Pengoperasiannya menggunakan media website, baik untuk pengguna
komputer desktop maupun smartphone. Di dalamnya tersedia fitur-fitur instan
untuk membuat desain grafis yang ramah digital.