ILMU
SOSIAL DASAR#
URBANISASI
NPM:
56418326
NAMA:
RIZKY
MUSTAQBIRA
KELAS:
1IA18
JURUSAN:
Teknik
Infomatika
UNIVERSITAS
GUNADARMA
Pengertian urbanisasi
urbanisasi adalah
perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan menetap dalam kurun waktu
tertentu. Urbanisasi menurut ilmu kependudukan sedikit berbeda, yakni
presentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Sementara menurut
ilmu kependudukan, perpindahan penduduk dari desa ke kota ini hanya salah satu
hal yang mempengaruhi terjadinya urbanisasi itu sendiri. Namun dari kedua
definisi di atas kita lebih mengenal urbanisasi sebagai definisi yang pertama,
yakni perpindahan penduduk dari desa ke kota. Mengapa orang-orang senang
melakukan urbanisasi ini tentu ada alasannya. Kita akan mempelajarinya lebih
lanjut.
Penyebab Urbanisasi
1. Banyaknya lapangan kerja di kota daripada di desa
2.
Sarana
dan prasarana di kota yang lebih lengkap
3.
Kehidupan
di kota yang lebih modern
4.
Pendidikan
berkualitas tinggi jumlahnya lebih banyak
5.
Banyak
perguruan tinggi ternama
Tujuan Urbanisasi
1. Memperoleh kesejahteraan hidup
2.
Memperoleh
kepuasan
3.
Memperoleh
kesenangan
4.
Mendapatkan
pelayanan yang lebih baik dan lebih cepat
5.
Mendapatkan
pekerjaan
6.
Tidak
ingin ketinggalan zaman
Dampak Urbanisasi
1.
Dampak Positif
·
Memodernisasikan
warga desa
·
Menambah
pengetahuan warga desa
·
Menjalin
kerjasama yang baik antar warga suat daerah
·
Mengimbangi
masyarakat kota dengan masyarakat desa
·
Mengurangi
pengangguran di pedesaan
·
Menambah
kesejahteraan masyarakat pedesaan
·
Terpenuhinya
jumlah tenaga kerja
·
Menggerakkan
roda perekonomian
2.
Dampak Negatif
·
Permasalahan
perumahan yang sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
·
Terbentuknya
subur tempat-tempat pemukiman baru yang berada di pinggiran kota
·
Sekain
meningkatnya tuna karya
·
Lingkungan
hidup yang tidak sehat akan menimbulkan kerawanan sosial dan juga kriminalitas.
·
Berkurangnya
jumlah tenaga kerja usia produktif di pedesaan
·
Banyak
pengangguran di ibukota
·
Banyak menimbulkan sampah
·
Penyebab
kemacetan
BEKASI
TIMUR
Perbandingan penduduk
laki-laki dan perempuan atau seks rasio di Kota Bekasi adalah sebesar 102
persen. yang artinya jumlah penduduk laki-laki 2 persen lebih banyak
dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Seks rasio terbesar terdapat di
Kecamatan Bantargebang yakni sebesar 112, dan yang terkecil terdapat di Kecamatan
Rawalumbu yakni sebesar 100.
Dari hasil SP2010
diketahui Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Kota Bekasi yaitu sebesar 3,48 persen
pertahun. Kecamatan yang LPP nya tertinggi adalah Kecamatan Mustikajaya yakni
8,43 persen pertahun. sedangkan LPP terendah adalah Kecamatan Bekasi Timur
yakni sebesar 1,33 persen per tahun.
Dengan luas wilayah
210,49 km2 yang di diami oleh 2.336.489 orang maka rat-rata tingkat kepadatan
penduduk Kota Bekasi adalah sebesar 11.100 jiwa per nkm2. Wilayah yang paling
padat penduduknya adalah Kecamatan Bekasi Timur dimana kepadatanya mencapai
18.387 jiwa/km2 pada tahun 2010, sedangkan yang paling rendah kepadatan
penduduknya adalah Kecamatan Bantargebang yakni sekitar 5.631 jiwa/km2. kecamatan
angka sementara jumlah total penduduk jumlah total rt realisasi.
- PONDOKGEDE 206,109 18,034 4,281 8.75%
- JATISAMPURNA 118,204 6,235 1,552 5.27%
- PONDOKMELATI 126,340 9,337 2,743 7.39%
- JATIASIH 169,952 2,371 927 1.40%
- BANTARGEBANG 113,301 7,766 2,344 6.85%
- MUSTIKAJAYA 140,504 23,300 6,212 16.58%
- BEKASI TIMUR 211,333 28,202 6,922 13.34%
- RAWALUMBU 186,894 10,516 3,163 5.63%
- BEKASI SELATAN 177,034 14,496 3,863 8.19%
- BEKASI BARAT 238,054 12,556 3,114 5.27%
- MEDAN SATRIA 157,779 12,923 3,408 8.19%
- BEKASI UTARA 257,239 28,329 6,786 11.01%
- Total 2,102,743 174,065 45,315 8.2SS
Referensi
:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar