Tipografi dan Tips Penggunaan nya
Tipografi
adalah istilah yang akrab bagi desainer grafis. Tipografi merupakan teknik
memilih dan menyusun huruf dengan indah di
ruang yang tersedia.
Umumnya
tipografi digunakan tidak hanya untuk desainer, tetapi juga untuk sastra atau
seni rupa.
Sastra
menggunakan penyusunan huruf puisi untuk membuat kata-kata lebih indah dan
menyenangkan untuk dibaca. Pada saat yang sama, Seni Murni menggunakannya untuk
mengubah huruf menjadi sebuah karya.
Namun tipografi masa kini sering digunakan oleh para desainer, terutama saat membuat desain flyer, dll. Jadi apa itu tipografi?
TIPOGRAFI IALAH?
Dilansir
dari Career Foundry, tipografi merupakan salah satu teknik artistik untuk menyusun
huruf dan teks pada ruang yang tersedia, menghasilkan efek visual yang memukau
sehingga memudahkan orang untuk membaca dan membaca.
Dalam
penyusunan huruf, personel penyusunan huruf biasanya melibatkan font, tampilan, dan struktur yang bagus untuk
membangkitkan emosi tertentu dan menyampaikan informasi
kepada pembaca.
Singkatnya,
tipografi adalah teknologi yang dapat membuat teks menjadi hidup.
Di
era digital sekarang ini, tipografi merupakan salah satu teknik yang harus
dikuasai oleh para desainer grafis.
Pasalnya,
banyak font yang muncul saat ini. Ini memungkinkan desainer menemukan font yang
tepat untuk membuat desain tertentu, seperti selebaran, logo, dll.
Melalui
tipografi, efek visual yang dihadirkan sang desainer seakan dapat berbicara
kepada penampil.
Apa saja Kegunaan Tipografi ?
1.
Menarik perhatian pengguna
Pekerjaan
seorang desainer grafis lebih dari sekedar mendesain gambar. Tidak hanya
itu,tugasnya adalah menarik
perhatian pengguna melalui penyusunan huruf.
Melalui
tipografi, desainer grafis dapat menarik perhatian pelanggan atau pengguna melaluipenempatan
font dan teks serta efek visual yang baik. Misalnya,
pengguna sedang menjelajahi konten di media sosial. Kemudian, mereka melihat
gambar dengan desain yang menarik. Secara tidak langsung hal ini akan membangun
branwareness.
2.
Memberikan value dan tone pada brand
Dilansir
dari Design Hill, tipografi penting karena dapat memberikan value dan tone
terhadap sebuah brand. Setiap jenis font memiliki kekuatan untuk mewakili
bisnis dengan cara yang berbeda-beda.
Sebagai
contoh, tipografi jenis sans–serif. Tipografi ini biasanya digunakan untuk
memberikan desain yang sederhana dan mudah dibaca oleh orang. Oleh karena itu,
bisa dibilang jenis ini adalah tipografi yang modern.
Selain
itu, jenis serif umumnya dianggap sebagai tipografi yang konvensional dan kuno.
Akan tetapi, jenis ini juga mudah dibaca.
3.
Memudahkan pengguna untuk membaca
Selain
menarik perhatian pengguna, tipografi juga penting untuk membuat pengguna agar
lebih mudah dalam membaca teks yang disajikan.
Pilihan
font yang salah sudah dipastikan akan membuat pembaca jadi rumit sehingga tidak
tertarik untuk melihatnya lebih lanjut.
Oleh
karena itu, seorang graphic designer harus pandai menyeleraskan font dengan
desain yang ada supaya dapat mudah dibaca oleh pengguna.
Tips Menggunakan Tipografi untuk
Graphic Designer
1.
Pertimbangkan teks
Seorang
graphic designer yang profesional akan melihat dan mempertimbangkan teks terlebih
dahulu saat diberikan proyek oleh klien atau perusahaannya.
Ia
akan dengan cermat membaca teks secara keseluruhan, lalu memikirkan penempatan
yang tepat dari teks-teks tersebut ke dalam sebuah logo, desain web, dan
sebagainya.
Kesalahan
yang biasanya dilakukan dalam proses tipografi ini adalah hanya menyalin dan
menempelkan teks dari file tanpa membaca dan mempertimbangkannya terlebih
dahulu.
2.
Pilih warna yang tepat
Selain
mempertimbangkan teks, kamu juga harus pintar dalam memilih warna yang tepat
dari desainmu supaya tidak bertabrakan dengan teksnya.
Pilihan
warna yang salah berpotensi akan membuat pembaca tidak nyaman sehingga langsung
meninggalkan desain yang telah kamu buat.
3.
Atur spasi dan alignment
Penting
untuk mengatur spasi di dalam desain agar enak dibaca oleh pengguna. Tidak
hanya itu, usahakan untuk memberikan ruang spasi kosong di sekeliling desain.
Jangan
lupa untuk mengatur alignment-nya. Berantakan sedikit saja bisa membuat
struktur desainmu hancur dan tidak enak dilihat.
4.
Buat Hierarchy
Sebuah
desain bagus ketika memiliki hierarchy yang baik, disusun dengan rapi, mudah
diarahkan, dan gampang menemukan informasi yang dibutuhkan. Hierarchy
tipografis khususnya penting untuk desain dengan banyak teks seperti
newsletter, majalah, buku, dan publikasi cetak tradisional lainnya, juga
beberapa situs web.
5.
Jangan Abaikan Spacing dan Alignment
Detail
bisa membentuk (atau menghancurkan) desain. Dan sebagian dari detail yang
paling berpengaruh pada desain adalah spacing dan alignment. Mereka bisa
membuat perbedaan antara desain yang membingungkan, berantakan dan sebuah
desain yang bersih, teratur. Mari kita bahas sebagian tipe spacing yang paling
umum:
Tracking:
Juga disebut letter-spacing, adalah sebuah jumlah ruang horizontal di antara
semua huruf dalam teks—bisa sebuah kalimat atau paragraf. Menyesuaikan
pengaturan ini akan membuat teks terlihat lebih rapat atau longgar. Mengurangi
tracking adalah sebuah teknik yang sering digunakan untuk menghemat ruang dalam
desain, tapi hal itu bisa membuat desain sulit dibaca. Menemukan ukuran yang
tepat (tidak terlalu rapat dan tidak terlalu longgar) juga cocok dengan pilihan
font adalah cara terbaik untuk menjaga kualitas keterbacaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar