Senin, 30 Desember 2019


Participatory culture: mobility, interactivity and identity

Pengertian Konvergensi
Jamaludin Darwis mendefinisikan teori konvergensi secara bahasa yaitu berasal dari bahasa Inggris dari kata verge yang artinya menyatu, mendapat awalan con yang artinya menyertai, dan mendapat akhiran ance sebagai pembentuk kata benda. Sedangkan secara istilah konvergensi mengandung arti perpaduan antara entitas luar dan dalam, yaitu antara lingkungan sosial dan hereditas. kamus Inggris Convergence yang artinya pertemuan pada satu titik. dalam kamus psikologi yang dimaksud aliran konvergensi adalah interaksi antara faktor hereditas dan faktor lingkungan dalam proses perkembangan tingkah laku.

Media konvergen
Media konvergen adalah bergabungnya media-media seperti media cetak, media online menjadi satu kesatuan. Kata “konvergensi” sendiri sering digunakan untuk merujuk ke berbagai proses yang berbeda, sehingga terkadang menimbulkan kebingungan. Konvergensi media adalah penggabungan atau menyatukan saluran-saluran komunikasi masa, seperti media cetak, radio, televisi, internet, bersama dengan teknologi-teknologi portable dan interaktifnya, melalui berbagai platform presentasi digital.
Dalam perumusan yang lebih sederhana, konvergensi media adalah bergabungnya atau terkombinasinya berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda ke dalam sebuah media tunggal.
Komunikasi yang sudah dikonvergensikan menyediakan berbagai macam alat untuk penyampaian berita dan memungkinkan konsumen untuk memilih tingkat interaktivitasnya., seraya mereka bisa mengarahkan sendiri penyampaian kontennya.
Perkembangan konvergensi di Indonesia semakin cepat, dengan memakai konsep CDT: Cetak-Digital-TV. Ketiga platform ini sepertinya adalah sebuah keniscayaan saat ini, maka berlomba-lombalah media memadukannya demi meraup semakin banyak ‘pelanggan abadi’, ‘customer tetap’, dan pengunjung setia. Ambil contoh MNC Group yang semakin semarak dengan konsep cetak-digital-tv mereka. Tujuannya apa? Semakin dikenal, semakin terkenal, dan semakin terjangkau publik. Kompas juga tak mau ketinggalan, setelah sukses di ranah digital kini mereka hadir dengan kompas tv yang semakin diminati. Bahkan cucunya pun, yaitu Kompasiana tak bisa dipungkiri sudah ambil bagian dalam konvergensi tersebut meski porsinya baru sedikit, yaitu dengan menghadirkan Kompasiana TV.
•Contoh yang mudah kita lihat adalah salah satu produknya, sebagai hasil perkembangan terkini pada teknologi mobile. Handphone yang Anda miliki sekarang bisa melakukan fungsi kalkulator, juga bisa untuk menonton siaran TV, mendengarkan siaran radio, membaca suratkabar online, menerima dan mengirim e-mail, memotret, merekam suara, merekam gambar video, selain tentunya untuk menelepon dan mengirim sms .
Pengombinasian fungsi-fungsi dari beberapa piranti ke dalam satu mekanisme ini disebut juga konvergensi piranti (device convergence).
• Contoh konvergensi perusahaan (corporate convergence) merger tahun 2001, antara ”media baru” AOL (American Online) dengan ”media lama” Time Warner. Pada saat itu, merger tersebut tampaknya merupakan ide yang baik. Hampir 60 persen rumah tangga Amerika memiliki komputer, dan setiap orang memiliki televisi.
Para pendukung konvergensi, yang sangat antusias, membayangkan masa depan di mana setiap rumah tangga akan memiliki koneksi pita-lebar berkecepatan tinggi ke Internet, yang menyediakan TV interaktif, video sesuai-permintaan, majalah online, e-mail, dan jelajah Web (Web surfing).
Time Warner menguasai konten, dengan deretan majalah, film, dan program-program televisi yang dimilikinya. Sedangkan AOL memiliki saluran ke lebih dari 20 juta tempat tinggal di Amerika. Namun, merger itu kemudian menjadi bencana ketika harga saham perusahaan jatuh lebih dari 60 persen dalam tahun-tahun berikutnya. Kerugiannya begitu besar, sehingga ”AOL” secara resmi dihapus dari nama perusahaan pada 2003.

Ancaman Bagi Perkembangan Sosial Manusia :

Komunikasi Nomaden
Munculnya kurang bersosialisasi antar sesama / Komunikasi Nomaden, dengan kemudahan yang diberikan teknologi kita mampu berbicara, mengobrol, membahas suatu kasus dan permasalahan yang terjadi hanya dengan forum yang ada pada gaway. Apakah tidak boleh? Tentunya boleh, Karena hal tersebut akan memudahkan kita. Namun tau tidak, akan muncul ketidak pahaman sesungguhnya dalam memahami lawan bicara kita. Dalam ilmu komunikasi, ada beberapa yang harus diperhatikan saat berbicara dengan komunikan. Contohnya memahami bodyleagugae tidak akan kita dapatkan saat berdiskusi maupun berbincang melalui gaway.
Contoh yang lain adalah, saat kita memesan tiket hotel, memesan sepatu, tas melalui online, kita tidak akan tahu ekspresi sebenarya seorang penjual, yang seharusnya kita bisa ketemu dan ngobrol sedikit walau sebatas bertanya tentang harga, pasti akan mempunyai value yang lebih baik.



https://www.kompasiana.com/sonypangestu8455/5b4e0ae15a676f6b7e2b5262/tantangan-baru-di-era-konvergensi?page=1

https://martitina02.wordpress.com/2017/05/08/media-konvergen/


http://mraihanf11.blogspot.com/2019/12/participatory-culture.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar